Skip to main content

Green bean : roasting an aging coffee

Recently I roast non Indonesia coffee. Ethiopia Mocha Harrar and Brazil Santos. Both full washed. Wait, a full washed ethiopia mocha harrar? I should ask the seller.

My suggestion: eat local food.

Yes, I bought and roasted both coffee resulting a more "dull" taste than the indonesia coffee I used to roast. That does not mean that all indonesian green bean sold indonesia are fresh. Some are aging too. Indonesia is a large country. If you buy Gayo green in Jakarta in retail, you might get an aging green. That happened to me. I prefer buy direct from Aceh province (where Gayo region resides) or buy in Jakarta from a large distributor who has coffee farm in Gayo. But it is kind of not served full if you buy retail from large distributor. They will serve first their own list of orders usually from their customer contract.

For home roaster there. If you roast in Indonesia, buy indonesian green bean. It should be more fresh.

It is challenging to roast an aging coffee. Roasting an aging green is interesting. The roast beans would be looks good in color and uniform, and looks developed well. But when cupped it tastes dull, and has a less origin character. If you expect a chocolatey notes, they will have only chocolatey hints.
Roasting an aging green is not forgiven. When you learned while roasting, a fresh green will not give a bad taste if you make a little mistake (as I did in Brazilian green below). It always results at least a drinkable cup of coffee. With an aging green, the cup will show you and emphasize the mistake (in roasting).

Up to now, I don't know how to roast an aging green. Tried fast roast, long roast, light roast, dark roast (with Gayo semiwashed green bean). I have overstocked the Gayo semi, and had the opportunity trying to learn roasting an aging green. Not a conclusive learning.

Avoid buying aging green bean. Forecast and purchase your greenbean stock better. That is my solution.


#Brazil coffee
#roaster
#RoastProfile



Comments

Popular posts from this blog

Coffee Roasting using W600i

COFFEE ROASTING WITH W600I Sharing experience. January 2018 Seri tulisan ini untuk berbagi pengalaman memakai W600i coffee roaster, dan bukan untuk mengajarkan pemakaian roaster buatan om William Edison. Om William punya kelas untuk coffee roasting, silakan hubungi beliau jika ingin belajar. Karena lokasi yang jauh, bali ke bekasi, gw terpaksa belajar otodidak menggunakan mesin ini, dibantu oleh om William sendiri melalui WA, dan juga advis dari om Faruk owner san9a. Terima kasih untuk om William dan om Faruk  yang sudah meluangkan waktu memberikan advis dan tips. Tulisan mas Toni Wahid juga jadi informasi yang berharga. Ada tulisan Scott Rao dll. Google aja. Untuk panduan umum pemakaian roaster ini, berikut link ke video nya om William.  Video tutorial Ini link tulisan pak Toni Wahid di blog beliau Cikopi.com mengenai mesin buatan om William Edison.  Review W600  dan bagian kedua.  Review W600 part 2 Tulisan ini tidak berdasarkan teori manapun, t...

Coffee Roasting using W600i part 3

COFFEE ROASTING WITH W600i PEMANASAN DRUM Sharing experience Ini adalah tulisan ketiga dari seri tulisan berbagi pengalaman memakai mesin mini roaster W600i. Seri ketiga ini menceritakan pengalaman dalam memanaskan mesin mini roaster ini. Coffee roasting adalah proses panas endoterm dan eksoterm. Secara singkat bisa dibaca di link berikut  Heat process in Coffee Roasting . Karenanya pemanasan mesin W600i juga penting. Tujuan dari pemanasan drum adalah mencapai suhu sesuai target pada saat memasukkan green bean ke dalam drum (charge temperature), dengan panas yang cukup merata di dalam drum. Suhu ini bisa berapa saja, tapi umumnya berkisar antara 160°C sampai dengan maksimal 250°C (seperti di video om William). Suhu yang dipakai adalah suhu Et (suhu drum). Tetapi gw tetap memperhatikan suhu Bt (suhu bean/bean temperature) meskipun bean belum masuk drum. Mini roaster ini memakai double wall. Suhu luar tidak langsung mempengaruhi suhu drum. Pemanasan mesin juga perlu m...

Grafik dan rasa

Gw suka dengan grafik ini. Rasa kopinya balance dan rasa winey ada tetapi tidak tajam. Bukan selera pelanggan setia gw. Sukanya semiwashed dan full city. Ini grafik yang masih ada korelasi dengan rasa. Katanya rasa kopi yang nikmat memiliki grafik profile dengan ciri ciri tertentu. Tetapi dari pengalaman gw, logika sebaliknya tidak selalu benar. Kalau melihat grafik profile yang "bagus" belum tentu rasa kopi nya nikmat. Untuk proses pembelajaran, dari pengalaman gw, menyangrai kopi dengan mengikuti standar grafik yang bagus sangat membantu mengenali karakter mesin untuk mencapai hasil sangrai kopi yang semakin baik.